Jumat, 10 November 2017

Menggali Nostalgia Bersama The GazettE Lewat Album TRACES VOL. 2

Apa ada yang tau band The GazettE? Kalau ada yang belum tau, gue beritahu secara singkat siapa itu The GazettE.

The GazettE adalah band visual kei rock (nanti bakal gue bahas apa itu visual kei) asal Jepang yang berdiri tahun 2002 dan mengeluarkan album pertamanya tahun 2004.

Segitu aja cukup ya. Balik ke topik utama.

Gue baru tahu kalau ada album "TRACES VOL. 2" baru tadi (sejak tulisan ini ditulis) dan itupun tahu lewat aplikasi streaming lagu saat pengen coba dengerin lagi lagu-lagu dari The GazettE.

Album ini ternyata keluar di bulan Maret 2017 lalu. Berarti sudah cukup lama album ini beredar di pasaran (dasar kudet)

Setelah di cek daftar lagunya, ternyata semua lagunya ber-genre Ballad. Tau Ballad kan? Kalo di Indonesia mungkin "Sendu dan mendayu-dayu". Beberapa track favorit gue yaitu "Cassis" dan "Guren" masuk ke album kompilasi ini.

Yang menariknya di album ini adalah semua lagunya direkam dan di mixing ulang dengan alat yang mereka miliki sekarang. Dan ada pengurangan dan penambahan alat musik di beberapa judul lagu.

Sejujurnya, gue baru dengerin dua lagu diatas, tapi gue langsung merasa kagum dengan album ini karena semua daftar lagu di album ini di rekam ulang. Jadi terlihat keseriusan mereka di album ini.

Contoh ketika lagu "Cassis" di bagian intro, instrumen yang digunakan adalah piano, bukan gitar. Di bagian sebelum interlude lirik yang berbahasa Inggris itu diganti liriknya walaupun tidak semua diganti.

Dengan album ini, fans The GazettE bisa menikmati lagu lama tapi dikemas dengan rasa yang lebih segar dan memanjakan telinga.

Dan terakhir. Jangan kaget kalau kalian searching lagu lain dari band ini yang ternyata tergolong keras, karena memang pada dasarnya band ini ber-genre rock bahkan metal. Tapi silahkan dengarkan lagu "Cassis" yang dijamin bikin terbawa perasaan.

Share:

Rabu, 27 September 2017

Hadirnya Danny Worsnop Di Single Baru Asking Alexandria Yang Berjudul "Into The Fire"

Beberapa hari lalu, Asking Alexandria mengeluarkan single baru yang berjudul "Into The Fire" yang diunggah di kanal Youtube nya setelah sekian lama vakum saat sehabis album The Black rilis bersamaan dengan keluarnya Dennis Shaforostov dari Asking Alexandria (Yak... Namanya emang susah).

Seminggu sebelum lagu ini rilis, banyak tagar #IntoTheFire berseliweran di timeline Twitter gue. Ini membuat gue penasaran apakah maksud dari tagar tersebut.

Saat lagu ini sudah rilis di kanal Youtube resmi Summerian Record, gue langsung menjajal lagu terbaru dari Asking Alexandria tersebut. Jika lo berpikir lagu ini diisi dengan sound gitar yang berat, vokal scream dimana-mana, lo salah besar.

Hanya sedikit vokal scream, sound gitar pun tidak seberat album yang sebelumnya, tapi gue yakin tuning gitar dipakai cukup rendah di kisaran Drop C sampai Drop B, dan di lagu ini menekankan vokal murni sang Frontman yang terasa "menua".

Di bagian Pre-intro lagu ini terasa familiar, mirip seperti lagu The Black yang rilis sebelum lagu ini. Ketika memasuki bagian Intro, gitar dengan tuning rendah dibarengi dengan gebukan drum bikin pengen headbang.

Namun bagian yang paling menarik di lagu ini pasti bagian Breakdown. Vokal scream milik Danny Worsnop yang tidak segahar dulu menghentak bagian breakdown. Gitar, bass, dan drum selaras mengikuti tempo yang pelan namun mematikan.

Seiring berjalannya waktu, semua pasti akan tumbuh dewasa, Asking Alexandria adalah contohnya. Dari awal mereka berpenampilan emo dan musik hardcore nya dulu, kini mereka bertransformasi menjadi pria gondrong dengan badan penuh tato dan musik yang sudah mengikuti zaman namun tetap membawa ciri khas Asking Alexandria.

Bagi yang pengen dengerin lagunya, bisa lihat di bawah

Di Sini

(Gue ngetik ini lewat aplikasi Blooger di Handphone, gue gak tau cara nampilin video dari Youtube)

Share: